Portal berita terpercaya prabowo subianto yang humanis,berani dan tegas
Berita  

Eks Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi APD Covid-19

Eks Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi APD Covid-19

Jumat, 2 Agustus 2024 – 00:18 WIB

Medan, VIVA – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, dr. Alwi Mujahit Hasibuan (58) didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara 20 tahun atas dugaan korupsi Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 tahun 2020. Tindakan tersebut diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp 24 miliar.

Baca Juga :

Pengakuan Putri Indonesia Tahun 2022 Terima Uang Rp 200 juta dari Mantan Gubernur Maluku Utara

Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Medan, dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Alwi Mujahit, yang dibacakan oleh JPU Hendri Edison Sipahutar, Kamis 1 Agustus 2024.

“Meminta kepada majelis hakim, yang memeriksa perkara dengan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Alwi Mujahit Hasibuan dengan pidana penjara selama 20 tahun,” kata Hendri Edison Sipahutar, di ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Baca Juga :

KPK Sebut Dugaan Korupsi Pemerintah Kota Semarang Terjadi di Dinas Pendidikan

Ilustrasi Petugas KPPS menggunakan APD lengkap di rumah isolasi pasien COVID-19.

Dalam amar tuntutan JPU, juga mewajibkan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta. “Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” kata Hendri.

Baca Juga :

Pertimbangan Bersikap Sopan, Mantan Direktur Utama Jasa Marga yang Korupsi Rp 510 M Cuma Divonis 3 Tahun Penjara

Selain itu, JPU dalam tuntutannya, juga mewajibkan kepada Alwi membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 1,4 miliar, dengan ketentuan apabila sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap namun tidak dibayar, maka harta benda terdakwa disita dan dirampas untuk negara.

“Bila juga tidak mencukupi menutupi kerugian keuangan negara, maka diganti dengan pidana penjara selama tujuh tahun,” jelas Hendri Sipahutar.

Tuntutan yang sama juga diberikan JPU Hendri Sipahutar kepada terdakwa Robby Messa Nura (44) selaku rekanan (berkas terpisah), yakni hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Namun untuk uang pengganti, terdakwa Robby dituntut membayar lebih besar dari terdakwa Alwi yakni sebesar Rp 17 miliar subsider delapan tahun penjara.

JPU menyatakan kedua terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa disebut karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, tidak kooperatif dan perbuatan kedua terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 24 miliar.

“Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan selama persidangan,” jelas Hendri.

Atas tuntutan ini, majelis hakim yang dipimpin oleh M. Nazir menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan atau pledoi dari masing-masing terdakwa.

Sebelumnya, JPU dalam surat dakwaan menyebutkan bahwa kasus ini bermula pada Maret 2020. Saat itu, Dinkes Sumatera Utara melakukan pengadaan APD Covid-19 dengan nilai kontrak sebesar Rp 39,97 miliar.

Namun, dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditandatangani terdakwa Alwi Mujahit Hasibuan selaku Kadinkes Sumut diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

Akibat ketidaksesuaian dalam penyusunan RAB, terjadi pemahalan harga atau peningkatan yang cukup signifikan.

Selanjutnya, dalam pengadaan APD tersebut, diberikan kepada terdakwa Robby Messa Nura dengan tawaran harga yang tidak jauh berbeda dari RAB tersebut.

Akibat dari perbuatan kedua terdakwa, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh tim audit forensik bersertifikat, terdapat kerugian negara sebesar Rp 24 miliar.

Halaman Selanjutnya

Tuntutan yang sama juga diberikan JPU Hendri Sipahutar kepada terdakwa Robby Messa Nura (44) selaku rekanan (berkas terpisah), yakni hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Halaman Selanjutnya